




Running totals from every calculation submitted through our GHG calculator, in tonnes of CO2 equivalent.
8 tCO2e
Scope 1
Direct emissions from sources a company owns or controls, such as fuel burned on site, company vehicles, and refrigerant leaks.
0 tCO2e
Scope 2
Indirect emissions from the energy a company buys, above all the electricity drawn from the grid.
0 tCO2e
Scope 3
Every other indirect emission across the value chain, such as purchased goods like paper and cardboard.
8 tCO2e
Total
The three scopes combined, across 3 calculations.
BGK Foundation is committed to advancing transparency, integrity, and lasting impact across industries and communities. Through robust ESG disclosure scoring, we provide reliable, data-driven insights that help companies, investors, and stakeholders strengthen accountability and advance sustainable business practices.
Our work extends beyond measurement. Through independent research, recognition programmes, awards, and educational seminars, we encourage higher standards of ESG disclosure while fostering a culture of transparency, responsible leadership, and sustainable growth.
Oleh Achmad Deni Daruri, Founder BGK Foundation Mitigasi risiko perubahan iklim melalui pemanfaatan energi terbarukan merupakan langkah strategis yang penting dalam konteks Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP). Indonesia, sebagai bagian dari RCEP, memiliki potensi besar dalam pengembangan sumber daya energi terbarukan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan meminimalisir dampak negatif perubahan iklim. RCEP, yang merupakan perjanjian perdagangan bebas terbesar di dunia, mencakup negara-negara anggota ASEAN serta lima negara mitra lainnya, menciptakan blok ekonomi dengan potensi pasar yang besar. Dengan mengadopsi prinsip-prinsip ekonomi hijau, RCEP berupaya meningkatkan perdagangan dan investasi regional sekaligus memastikan pertumbuhan ekonomi tidak mengorbankan lingkungan. Prinsip-prinsip ekonomi hijau yang diadopsi RCEP meliputi kesejahteraan, keadilan lintas generasi, efisiensi sumber daya yang mengurangi limbah dan polusi, serta inklusi nilai-nilai lingkungan ke dalam kebijakan ekonomi dan pengambilan keputusan. Implementasi prinsip ekonomi hijau dalam RCEP melibatkan pembangunan rendah karbon dengan kebijakan net zero emissions, penerapan kebijakan harga karbon seperti skema carbon cap and trade, serta pembangunan berketahanan iklim yang berfokus pada penanganan limbah dan ekonomi sirkular. Prinsip ekonomi hijau dalam RCEP memiliki dampak signifikan terhadap berbagai sektor industri, termasuk manufaktur, energi, transportasi, pertanian, konstruksi, pariwisata, dan teknologi informasi, yang didorong untuk mengadopsi proses produksi yang lebih efisien dan berkelanjutan guna mengurangi jejak karbon mereka. ImageSource: https://id.pinterest.com/pin/215680269651270947/
Read article →Oleh Achmad Deni Daruri, Founder BGK Foundation Strategi investasi Indonesia tahun 2024 yang utama adalah meningkatkan Total Factor Productivity (TFP), ukuran efisiensi produksi yang menggambarkan seberapa baik suatu negara menggunakan input-input produksinya. TFP Indonesia mengalami penurunan sejak krisis ekonomi 1997-1998, dan masih berada di bawah rata-rata regional Asia Timur dan Pasifik. Untuk meningkatkan TFP Indonesia, diperlukan upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperbaiki iklim investasi dan bisnis, mempercepat inovasi dan adopsi teknologi, serta memperkuat integrasi ekonomi regional dan global dengan negara-negara ASEAN, China, India, dan Jepang. Pandemi Covid-19 memberikan dampak negatif terhadap TFP Indonesia, berkontribusi negatif sebesar -0,4 persen pada tahun 2020. Kualitas investasi di Indonesia masih rendah dibandingkan negara-negara lain, hanya menempati peringkat ke-6 dari 10 negara ASEAN dalam hal FDI inflows per GDP pada 2022. Investasi di Indonesia masih didominasi sektor-sektor yang kurang berkontribusi terhadap TFP seperti pertambangan, konstruksi, dan properti, serta masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Jika strategi peningkatan TFP sudah dilakukan secara tepat, investor dapat mempertimbangkan beberapa instrumen investasi untuk tahun 2024, termasuk saham, reksadana saham, obligasi, dan reksadana pasar uang, masing-masing dengan profil risiko dan potensi imbal hasil berbeda. Selain itu, investor dapat mempertimbangkan investasi hijau sebagai pilihan alternatif yang tidak hanya menguntungkan secara finansial, tetapi juga berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan, seperti energi terbarukan, efisiensi energi, pengelolaan sampah, dan transportasi bersih. Namun, investasi hijau juga menghadapi tantangan di Indonesia, seperti regulasi yang belum memberikan kepastian hukum dan alokasi pendanaan hijau yang belum menjadi prioritas dalam APBN. ImageSource: https://id.pinterest.com/pin/180988478772064919/
Read article →Oleh Achmad Deni Daruri, Founder BGK Foundation Mitigasi risiko perubahan iklim melalui penerapan energi terbarukan merupakan langkah strategis yang vital dalam konteks AANZFTA. Indonesia telah menunjukkan komitmen yang kuat terhadap transisi energi berkelanjutan, tercermin dalam Pertamina Energy Outlook 2060 dan ratifikasi Paris Agreement dengan komitmen menurunkan emisi Gas Rumah Kaca secara signifikan pada tahun 2030. Upaya ini meliputi peningkatan porsi energi terbarukan dalam matriks energi nasional, pengembangan biodiesel domestik, pemanfaatan bioavtur berkelanjutan, dan pengembangan ekosistem kendaraan listrik termasuk infrastruktur SPKLU. Kerjasama AANZFTA dapat memperkuat upaya ini melalui pertukaran pengetahuan, teknologi, dan investasi di sektor energi terbarukan. AANZFTA merupakan kesepakatan ekonomi komprehensif yang mendorong perdagangan lebih bebas dengan mengurangi hambatan tarif, dan menjadi FTA multi-negara pertama yang dinegosiasikan bersama oleh Australia dan Selandia Baru dengan negara-negara ketiga. Model ekonomi hijau dalam AANZFTA mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan sejalan dengan Visi Komunitas ASEAN 2025. Ketentuan utama AANZFTA mencakup penghapusan tarif untuk 90% barang yang diperdagangkan, pengiriman barang bolak-balik, faktur barang pihak ketiga, serta konsep Kumulasi Regional ASEAN yang mendukung integrasi rantai pasokan regional. Implementasi energi terbarukan di Indonesia menghadapi kendala seperti kebijakan yang belum konsisten, keterbatasan pendanaan, teknologi yang belum sesuai kondisi lokal, keterbatasan SDM, perizinan yang rumit, dan oversupply listrik di beberapa daerah. Kerjasama AANZFTA dapat membantu mengatasi kendala ini melalui pertukaran pengetahuan, teknologi, dan investasi. ImageSource: https://id.pinterest.com/pin/100416266687470444/
Read article →Gain a clear and practical understanding of ESG principles. Access our ESG disclosure scores, reports, and real examples of sustainable impact.
Learn More About ESG